Burung Bermotif Bendera Palestina Itu Bernama Paok Halmahera

Jumat, 28 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan Paok Halmahera atau bahasa latinnya Pitta maxima. (Kredit Foto: eBird/Istimewa)

Penampakan Paok Halmahera atau bahasa latinnya Pitta maxima. (Kredit Foto: eBird/Istimewa)

Burung dengan perpaduan warna hitam, putih, merah, dan hijau sempat menarik perhatian di media sosial karena tampilannya dinilai menyerupai warna bendera Palestina. Burung tersebut ternyata merupakan Paok Halmahera (Pitta maxima), salah satu burung endemik Maluku Utara.

Identifikasi terhadap burung ini sebelumnya juga dilakukan Kompas.com setelah foto serupa beredar di media sosial pada 2024. Hasil penelusuran menggunakan Google Lens menunjukkan burung tersebut merupakan ivory-breasted pitta atau Paok Halmahera.

Paok Halmahera memiliki ciri yang cukup mencolok. Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) mencatat burung ini berukuran sekitar 25–28 sentimeter.

Bagian kepala, sayap atas, dan ekornya berwarna hitam mengilap, sementara bagian bawah tubuh didominasi warna putih gading dengan bercak merah pada dada bagian bawah hingga perut. Sayapnya juga memiliki pita putih serta semburat hijau dan biru.

Kombinasi warna tersebut yang kemudian membuat penampakan Paok Halmahera dianggap mirip dengan warna bendera Palestina. Namun, kemiripan itu semata-mata berasal dari pola dan warna alami bulunya, bukan karena adanya hubungan khusus dengan simbol atau bendera tertentu.

Paok Halmahera merupakan burung endemik Maluku Utara. KSDAE menyebut persebarannya meliputi Halmahera serta sejumlah pulau di sekitarnya, antara lain Kasiruta dan Bacan, dengan kemungkinan juga terdapat di Mandioli dan Obi.

Burung ini juga dikenal sebagai penghuni lantai hutan. Di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Paok Halmahera tercatat membangun sarang di semak-semak dan memakan antara lain cacing tanah. Pengamatan petugas taman nasional juga menunjukkan burung ini memiliki perilaku menarik dalam merawat sarangnya.

Dalam sebuah pengamatan di kawasan hutan Halmahera, petugas dan pemandu lokal bahkan menemukan beberapa sarang Paok Halmahera. Anak burung dilaporkan mulai keluar dari sarang dan belajar terbang ketika berusia sekitar 18–20 hari.

BACA  Kronologi Sahriyani Merekrut Leader dan Member Investasi Zahra Berkah hingga Ditetapkan Tersangka

Keberadaan Paok Halmahera turut memperlihatkan kekayaan avifauna Maluku Utara. Penelitian tentang keragaman jenis burung di kawasan pengamatan Bidadari Halmahera, Halmahera Barat, juga mencatat Pitta maxima sebagai salah satu jenis burung yang ditemukan di kawasan tersebut.

Secara ilmiah, Pitta maxima termasuk keluarga Pittidae dan dikenal dengan nama Inggris Ivory-breasted Pitta. Data taksonomi ITIS mencatat Pitta maxima sebagai nama ilmiah yang sah untuk spesies tersebut.

Dengan warna tubuh yang khas, Paok Halmahera bukan sekadar burung yang tampak seperti memiliki “motif bendera Palestina”. Ia merupakan salah satu kekayaan hayati Maluku Utara yang hidup di hutan dan menjadi bagian penting dari keanekaragaman burung endemik kawasan tersebut.


 

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Alarm Bahaya! Maluku Utara Terus Dilanda Kekeringan dan Kebakaran Hutan
Ketika Warga Kawasi Mengadang Tongkang Harita Nickel

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:34 WIT

Alarm Bahaya! Maluku Utara Terus Dilanda Kekeringan dan Kebakaran Hutan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:06 WIT

Burung Bermotif Bendera Palestina Itu Bernama Paok Halmahera

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:17 WIT

Ketika Warga Kawasi Mengadang Tongkang Harita Nickel

Berita Terbaru

Ilustrasi penampakan selongsong peluru dalam aksi protes warga di Halmahera Tengah. (Kredfit Foto: Istimewa)

Daerah

Mengenal Perbedaan Peluru Hampa, Karet, dan Peluru Tajam

Jumat, 25 Sep 2026 - 15:49 WIT