Polisi Sebut Ban Bekas PT IWIP Sengaja Dibakar, Pelaku Dilacak Lewat Sidik Jari

Rabu, 2 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Api pekat dari lokasi pembakaran ban bekas di kawasan PT IWIP Halmahera Tengah, Maluku Utara. (Kredit Foto: Istimewa)

Api pekat dari lokasi pembakaran ban bekas di kawasan PT IWIP Halmahera Tengah, Maluku Utara. (Kredit Foto: Istimewa)

Polisi menyebut kebakaran tumpukan ban bekas di kawasan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, diduga dilakukan secara sengaja.

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman mengatakan, penyelidikan yang dilakukan polisi mengarah kepada dugaan adanya pembakaran yang dilakukan oleh dua orang.

Kedua orang tersebut diketahui sempat berada di lokasi penampungan ban bekas. Mereka diduga hendak mengambil ban, namun dilarang oleh petugas keamanan perusahaan.

“Setelah kita lidik ada dua orang yang dicurigai sengaja membakar,” kata Arif, Selasa (1/9/2026).

Menurut Arif, kebakaran terjadi setelah kedua orang tersebut meninggalkan lokasi. Polisi kini memburu keduanya untuk dimintai keterangan sekaligus mendalami motif di balik dugaan pembakaran tersebut.

Identitas kedua orang yang dicurigai belum diketahui secara pasti. Namun, polisi mengaku telah mengantongi petunjuk berupa sidik jari yang ditemukan dalam proses penyelidikan.

“Kedua orang itu masyarakat, bukan karyawan. Identitas belum dikantongi, tapi sidik jari ada,” ujar Arif.

Kebakaran tumpukan ban bekas itu terjadi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIT, di area penampungan ban bekas sekitar Pos 6 Kilometer 12–13, kawasan IWIP, Desa Lukolamo, Kecamatan Weda Tengah.

Kobaran api menghasilkan kepulan asap hitam pekat yang terlihat dari sejumlah wilayah di sekitar kawasan industri. Proses pemadaman melibatkan petugas pemadam kebakaran IWIP dan aparat terkait.

PT IWIP sebelumnya menyatakan mengerahkan tujuh unit kendaraan pemadam kebakaran dan sekitar 40 personel untuk menangani kebakaran. Alat berat juga digunakan untuk memisahkan tumpukan ban yang terbakar guna mencegah api meluas.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap, motif, serta keterlibatan dua orang yang kini diburu. Status hukum keduanya akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh penyidik.

BACA  Niat Mabuk Minum Spirtus Campur Kuku Bima, Dua Pria di Taliabu Langsung Tewas

Penulis : HT

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Mengenal Perbedaan Peluru Hampa, Karet, dan Peluru Tajam
5 Tempat di Maluku Utara yang Paling Banyak “Suanggi”
Pemprov Malut Klaim Modifikasi Cuaca Turunkan Hujan, Netizen: Sekalian Modifikasi Bumi
Sebagian Wilayah Malut Diguyur Hujan, Warga Sujud Syukur
Maluku Utara Jadi Provinsi Paling Taat Beragama di Indonesia Versi Kemenag
IBSAP Didorong Jadi Upaya Perlindungan Kehati di Maluku Utara
Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 15:49 WIT

Mengenal Perbedaan Peluru Hampa, Karet, dan Peluru Tajam

Senin, 21 September 2026 - 07:38 WIT

5 Tempat di Maluku Utara yang Paling Banyak “Suanggi”

Senin, 7 September 2026 - 09:10 WIT

Pemprov Malut Klaim Modifikasi Cuaca Turunkan Hujan, Netizen: Sekalian Modifikasi Bumi

Minggu, 6 September 2026 - 00:27 WIT

Sebagian Wilayah Malut Diguyur Hujan, Warga Sujud Syukur

Rabu, 2 September 2026 - 11:11 WIT

Polisi Sebut Ban Bekas PT IWIP Sengaja Dibakar, Pelaku Dilacak Lewat Sidik Jari

Berita Terbaru

Ilustrasi penampakan selongsong peluru dalam aksi protes warga di Halmahera Tengah. (Kredfit Foto: Istimewa)

Daerah

Mengenal Perbedaan Peluru Hampa, Karet, dan Peluru Tajam

Jumat, 25 Sep 2026 - 15:49 WIT