Hujan yang sejak lama dinantikan akhirnya mengguyur sebagian wilayah di Maluku Utara, Sabtu (5/9/2026). Di tengah kemarau yang berlangsung hampir tiga bulan, turunnya hujan disambut warga dengan rasa syukur.
Terbaru, hujan deras dilaporkan turun di wilayah Kecamatan Morotai Utara sekitar pukul 19.00 WIT. Warga di sejumlah desa lantas menyambut fenomena itu dengan ucapan doa dan sujud syukur.
Hujan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat yang selama beberapa bulan menghadapi kondisi kering.
Kekeringan sebelumnya berdampak pada ketersediaan air, lahan pertanian, hingga meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Kondisi itu sejalan dengan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut Maluku Utara termasuk wilayah yang masih berpeluang mengalami curah hujan rendah pada September 2026.
BMKG juga menyatakan kondisi awal September masih didominasi cuaca panas dan kering, meski hujan lokal tetap dapat terjadi.
Khusus Maluku Utara, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate sebelumnya memperkirakan cuaca pada 3–9 September 2026 umumnya cerah hingga berawan, dengan peluang hujan ringan pada siang atau sore hari di sejumlah wilayah.
BMKG juga mencatat adanya pola belokan angin, faktor lokal, serta anomali suhu muka laut yang dapat menambah pasokan uap air dan mendukung pembentukan awan hujan di sekitar Maluku Utara.
Hujan di Morotai Utara juga menjadi penanda bahwa peluang hujan lokal masih terbuka meski wilayah Maluku Utara tengah menghadapi periode kering.
BMKG dalam prakiraan maritimnya untuk perairan sekitar Morotai juga mencatat adanya potensi hujan ringan pada sejumlah waktu dalam periode 5–7 September 2026.
Bagi warga yang telah lama menunggu hujan, guyuran air malam itu bukan sekadar perubahan cuaca. Hujan menjadi harapan bagi sumber-sumber air yang mulai menyusut, tanaman yang membutuhkan pasokan air, sekaligus penanda berakhirnya sebagian tekanan akibat kemarau.
Penulis : MLT
Editor : Tim Redaksi FoksMLT









Komentar